Breaking News

Bambang Enggan Diminta Mahar 600 Juta Untuk Maju Pilkada

Bambang Enggan Diminta Mahar 600 Juta Untuk Maju Pilkada

graphiste-internet  – Bambang Susilo, mantan Ketua DPP Partai Demokrat Bruta, dipecat oleh Ketum Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), secara blak-blakan mencegahnya dipromosikan menjadi Pilkada pada 2020. Dengan biaya Rp 600 juta, Anda sudah bisa mendapatkan rekomendasi pesta Pilkada Blora 2020.

“Iya, saat itu dia diminta membuat mahar politik. Nilai partai (resmi) itu kira-kira Rp 200 juta per kursi (kursi legislatif),” kata Susilo Bambang saat ditemui di Blora di detik.com. , Jumat (12/03/2021).

Kemudian, Bambang merinci metode penghitungan mahar politik ratusan juta. Ia mengatakan Partai Demokrat memiliki tiga kursi di Brola DPRD, sehingga ia harus merelakan total Rp 600 juta untuk mendapatkan suara dari partai tersebut.

Bambang berkata: “Kalau ada 3 kursi, artinya total 600 juta rupiah.

Bambang mengaku enggan menyerahkan uang Rp 600 juta kepada Partai Demokrat. Pasalnya, dia tahu rekomendasi partainya adalah untuk calon selain kader Partai Demokrat.

“Kalaupun saat itu kami sediakan pun percuma, karena rekomendasi Partai Demokrat tidak ke saya. Bahkan Ketua DPD PD Jateng, Rinto Subekti saat itu menyampaikan, kalaupun rekomendasi politik tidak ke Bu Dwi Astutingsih (orang yang menerima rekom politik PD) rekom pun tidak diberikan ke saya, tetapi diberikan kepada calon yang sudah ada. Sudah harga mati saya ini tidak akan direkomendasi oleh Partai Demokrat, partai kami sendiri,” ungkap dia.

Banbang mengatakan, mahar politik awalnya disimpan di bendahara Partai Progresif Demokratik. Namun, Banbang mengaku pesimistis karena tidak mendapat persetujuan dari DPD Partai Demokrat Jawa Tengah untuk menggalakkan Pilkada Blora 2020.

“(Uang seharusnya disetorkan) Bendahara Partai Progresif Demokrat, tapi karena saya belum mencapai angka ini, saya tidak ada kontak dengan bendahara. Karena saya yakin kalau saya punya (maha) nasehat, sekalipun saya Saya di sana, tidak akan diberikan kepada saya. Ada kader senior, ”jelasnya.

“Saya satu-satunya ketua DPC di Jawa Tengah yang berhasil memenangkan pemilihan legislatif dan mengangkat saya sebagai ketua DPRD Blora periode 2014-2019. Ini satu-satunya ketua DPC di Jawa Tengah yang berprestasi dalam hal ini. Pilka Pilkada, direkomendasikan oleh partai politik kita sendiri, Partai Demokrat independen, “membuat Banbang menyesal.

Berangkat dari kekecewaan itu, dia mengaku mantap untuk mendukung agenda yang diklaim sebagai KLB Demokrat di Deli Serdang, Sumut. Bambang menyebut adanya KLB Partai Demokrat di Deli Serdang merupakan harapannya untuk perubahan.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *