Breaking News

Demokrat Minta Supaya Moeldoko Mundur Dari Ketum KLB Abal-Abal

Demokrat Minta Supaya Moeldoko Mundur Dari Ketum KLB Abal-Abal

graphiste-internet – Politisi Demokrat Syahrial Nasution meminta pengunduran diri Kepala Staf Presiden (KSP) Moeldoko, mundur dari jabatan sebagai ketua umum yang di terimanya dalam Kongres Luar Biasa (KLB) yang digelar di Deli Serdang pada 5 Maret lalu.

Menurut Syahrial, lebih baik Moeldoko mengundurkan diri dari hasil kongres palsu ketimbang dari KSP.

Hiaril dalam pesan teks yang dikirim ke CNNIndonesia.com, Rabu (17/3), mengatakan, “Berharap Pak Moeldoko mau mundur sebagai Ketum Demokrat abal-abal jauh lebih mulia. Ketimbang kepentingan mendesak mundur dari jabatan KSP.

Dia menegaskan, posisi KSP merupakan kepercayaan Presiden Jokowi kepada Moeldoko. Posisi ketua dipegang oleh para petualang politik.

Petualang politik yang terlibat adalah kader Partai Demokrat yang digagas KLB di Deli Serdang, Sumatera Utara pada 5 Maret lalu. Para kader ini sebelumnya pernah dipecat oleh ketuanya, Argus Harimurti Yudhoyono (AHY).

“Ibaratnya mempertaruhkan kehormatan dengan martabat, tidak sepadan. KSP diberi oleh Pak Jokowi sementara Ketum abal-abal diinisiasi para petualang politik,” kata Syahrial.

Hingga saat ini, Moeldoko belum angkat suara lagi setelah dinobatkan sebagai Ketua Umum KLB Partai Demokrat Delhi Serdang.

Saat menerima jabatan tersebut, Moeldoko mengucapkan terima kasih. Dia yakin KLB Deli Serdang tidak ilegal, sehingga dia menerima posisi ketua.

Di saat yang sama, DPP Demokrat pada Kongres 2020 yang dipimpin Agus Harimurti Yudhoyono menegaskan bahwa KLB tidak mematuhi AD / ART. Oleh karena itu, dapat dikatakan bahwa ini ilegal dan inkonstitusional.

Mereka yakin Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia akan menolak struktur administrasi dan dokumen permohonan perubahan AD / ART yang diajukan oleh kamp pengungsi KLB.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *